06 December 2010

Mahamangala Sutta [Berkah Utama]

Banyak orang berpikir, saat ia menang lotre atau banyak uang, ia mendapatkan berkah..

Banyak orang berpikir, saat ia dipromosikan naik pangkat, ia mendapatkan berkah..

Banyak orang berpikir, saat ia dianugerahkan anak yang cantik, pintar, ia mendapatkan berkah..

Banyak orang berpikir, saat ia lulus kuliah dengan hasil baik, ia mendapatkan berkah..

Bagaimana dengan umat Buddhist? Apakah berkah utama itu?

Dibawah ini, berkah utama akan disampaikan dalam bentuk sutta, yaitu Mahamangala Sutta..

Demikianlah telah kudengar:

Pada suatu ketika Sang Bhagava bersemayam di dekat Savatthi, di hutan Jeta di Vihara Anathapindika, ketika malam menjelang pagi, seorang dewa dengan cahaya yang cemerlang menerangi seluruh hutan Jeta menghampiri Sang Bhagava. Setelah menghormati Beliau, lalu berdiri di satu sisi. Sambil berdiri di satu sisi, dewata itu berkata kepada Sang Bhagava dalam syair:

Banyak dewa dan manusia berselisih paham tentang berkah yang diharapkan membawa keselamatan,terangkanlah, apa berkah utama itu?

Tak bergaul dengan orang yang tidak bijaksana, bergaul dengan para bijaksana, menghormati Mereka yang patut di hormati, itulah Berkah Utama.

Hidup di tempat yang sesuai, berkat Jasa-Jasa dalam hidup yang lampau, menuntun diri ke arah Benar, itulah Berkah Utama.

Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan, terlatih baik dalam Tata susila, ramah tamah dalam tutur kata, itulah Berkah Utama.

Membantu Ayah dan Ibu, membahagiakan Anak dan Istri, mempunyai pekerjaan yang bebas dari keruwetan, itulah Berkah Utama.

Berdana dan Hidup Sesuai Dengan Dhamma, menolong sanak keluarga, perbuatan tanpa cela, itulah Berkah Utama.

Menjahui, tidak melakukan kejahatan, menghindari minuman yang memabukkan, tekun melaksanakan Dhamma, itulah Berkah Utama.

Selalu menghormat dan rendah hati, merasa puas dan berterima kasih, mendengarkan Dhamma pada saat-saat tertentu, itulah Berkah Utama.

Sabar, rendah hati bila diberi peringatan, sering mengunjungi Para Pertapa, membahas Dhamma pada saat yang sesuai, itulah Berkah Utama.

Bersemangat menjalankan Hidup Suci, menembus Empat Kesunyataan Mulia, serta mencapai Nibbana, itulah Berkah Utama.

Meskipun digoda hal-hal duniawi, namun batin tak tergoyahkan, tiada susah, tanpa noda, penuh damai, itulah Berkah Utama.

...

Karena dengan mengusahakan hal-hal tersebut, manusia tak terkalahkan di manapun juga

serta aman berjalan ke manapun juga, itulah yang dimaksud dengan Berkah Utama.

Jadi, apakah Berkah Utama harus ditunggu waktunya yang tidak kita ketahui dan secara mendadak?

Atau bisa kita usahakan sendiri? :)

Jadi, kenapa Berkah Utama harus datang dari pihak luar dan untuk kita?

Apa tak pernah terpikirkan oleh kita untuk menjadikan diri sendiri sebagai Berkah Utama bagi orang lain?

No comments:

Post a Comment