29 September 2009

Bahasa Indonesia translate ke Bahasa Malaysia =D

INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh (wakakakakkakakka..gak kebayang kalo Pak Andi Mattalatta adalah Menteri Tuduh Menuduh)

INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa ... ( oh please... )

INDONESIA: Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi

INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin-Angin ( Kaya sandiwara Brama Kumbara )

INDONESIA : 'Pasukaaan bubar jalan !!!'
MALAYSIA : 'Pasukaaan cerai berai !!!'......(Oh my goshhhh)

INDONESIA : Merayap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi ( Jangan gila dwoong..)

INDONESIA : rumah sakit bersalin
MALAYSIA : hospital korban lelaki ( bener juga sih....) Ha.........ha.

INDONESIA : telepon selular
MALAYSIA : talipon bimbit

INDONESIA : Pasukan terjung payung
MALAYSIA : Aska begayut (zzzzz........)

INDONESIA : belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan ( Migrant..kaleee )

INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam ( yuu marie….)

INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah

INDONESIA : gratis bicara 30menit
MALAYSIA : percuma berbual 30minit (jd pgn pake XL utk berbual2 )

INDONESIA : tidak bisa
MALAYSIA : tak boleh

INDONESIA : WC
MALAYSIA : tandas

INDONESIA : Satpam/sekuriti
MALAYSIA : Penunggu Maling (keekkekeke...maling doank yg ditungguin)

INDONESIA : Aduk
MALAYSIA : Kacau

INDONESIA : Di aduk hingga merata
MALAYSIA : kacaukan tuk datar

INDONESIA : 7 putaran
MALAYSIA : 7 pusingan

INDONESIA : Imut-imut
MALAYSIA : Comel benar (baah ga jls.....!?)

INDONESIA : pejabat negara
MALAYSIA : kaki tangan Negara (nih masih mendinganlah)

INDONESIA :bertengkar
MALAYSIA : bertumbuk

INDONESIA : pemerkosaan
MALAYSIA : perogolan

INDONESIA : Pencopet
MALAYSIA : Penyeluk Saku (lah klo ngambilnya dari tas...apa dwonkkk?)

INDONESIA : joystick
MALAYSIA : batang senang (krekrekrekre..dr dolo ini yg bikin gw paling ngakak)

INDONESIA : Tidur siang
MALAYSIA : Petang telentang (telentang ???? gak ada tengkurep2nya?.....:-)

INDONESIA : Air Hangat
MALAYSIA : Air Suam

INDONESIA : Terasi
MALAYSIA : Belacan (hm...sama dg bahasa melayu )

INDONESIA : Pengacara
MALAYSIA : Penguam (???$%^&)

INDONESIA : Sepatu
MALAYSIA : Kasut (temennya kasur )

INDONESIA : Ban
MALAYSIA : Tayar (Tonjok….kalo bahasa Jatim)

INDONESIA : remote
MALAYSIA : kawalan jauh (maksudnya???)

INDONESIA : kulkas
MALAYSIA : peti sejuk (weleh)

INDONESIA : chatting
MALAYSIA : bilik berbual (wwkkwkwk..bener juga...tempat para pembual)

INDONESIA : rusak
MALAYSIA : tak sihat

INDONESIA : keliling kota
MALAYSIA : pusing pusing ke bandar (Ya emang kalo sering main ke Bandar..jadinya pusing terus )

INDONESIA : Tank
MALAYSIA : Kereta kebal (suntik kale..)

INDONESIA : Kedatangan
MALAYSIA : ketibaan

INDONESIA : bersenang-senang
MALAYSIA : berseronok (Kena UU pornografi lhooo…)

INDONESIA : bioskop
MALAYSIA : panggung wayang (hhhhaa,, wayang aja Bahasa Indonesia...!)

INDONESIA : rumah sakit jiwa
MALAYSIA : gubuk gila (Gubug Derita …kaleee)

INDONESIA : dokter ahli jiwa
MALAYSIA : Dokter gila (jadi sebenernya yg gila sapa....hehehe. ..)

INDONESIA : narkoba
MALAYSIA : dadah (?????....byeeeeee, bubyeee, papaiii)

INDONESIA : pintu darurat
MALAYSIA : Pintu kecemasan (Pintu Gelisah ….)

INDONESIA : hantu pocongkkkkkk
MALAYSIA : hantu Bungkus ( pesen 1, bang…)

INDONESIA : Kipas Angin
MALAYSIA : Mesin Tiup (hehe....)

23 August 2009

Komik Karakteristik Golongan Darah

Di Jepang, ramalan ttg seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio. Kenapa? Katanya, golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita dan oleh karenanya juga menentukan psikologi kita. Benar apa tidak?

SIFAT SECARA UMUM
A = terorganisir, konsisten, jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (krn perfeksionis) yg kadang bikin org mudah sebel, kecenderungan politik: “destra”
B = nyantai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup, kecenderungan politik: “sinistra”
O = berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yg detil, kecenderungan politik: “centro”
AB = unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda, kecenderungan politik

BERDASARKAN URUTAN
Yg paling gampang ngaret soal waktu :
1 B (krn nyantai terus)
2 O (krn flamboyan)
3 AB (krn gampang ganti program)
4 A (krn gagal dalam disiplin)

Yg paling susah mentolerir kesalahan org :
1 A (krn perfeksionis dan narsismenya terlalu besar)
2 B (krn easy going tapi juga easy judging)
3 AB (krn asal beda)
4 O (easy judging tapi juga easy pardoning)

Yg paling disukai utk jadi teman :
1 O (orangnya sportif)
2 A (selalu on time dan persis)
3 AB (kreatif)
4 B (tergantung mood)

Yg paling bisa dipercaya :
1 A (krn konsisten dan taat hukum)
2 O (demi menjaga balance)
3 B (demi menjaga kenikmatan hidup)
4 AB (mudah ganti frame of reference)

Kebalikannya, teman yg paling disebelin/tidak disukai :
1 B (egois, easy come easy go, maunya sendiri)
2 AB (double standard)
3 A (terlalu taat dan scrupulous)
4 O (sulit mengalah)

MENYANGKUT OTAK DAN KEMAMPUAN
Yg paling mudah kesasar/tersesat :
1 B
2 A
3 O
4 AB

Yg paling banyak meraih medali di olimpiade olah raga:
1 O (jago olah raga)
2 A (persis dan matematis)
3 B (tak terpengaruh pressure dari sekitar. Hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat jepang bergoldar B)
4 AB (alergi pada setiap jenis olah raga)

Yg paling banyak jadi direktur dan pemimpin
1 O (krn berjiwa leadership dan problem-solver)
2 A (krn berpribadi “minute” dan teliti)
3 B (krn sensitif dan mudah ambil keputusan)
4 AB (krn kreatif dan suka ambil resiko)

Yg jadi PM jepang rata2 bergolongan darah
1 O (berjiwa pemimpin)

Yg paling gampang nabung :
1 A (suka menghitung bunga bank)
2 O (suka melihat prospek)
3 AB (menabung krn punya proyek)
4 B (baru menabung kalau punya uang banyak)

Yg paling kuat ingatannya
1 O
2 AB
3 A
4 B

Yg paling cocok jadi MC :
1 A (kaya planner berjalan)

MENYANGKUT KESEHATAN

Yg paling gampang gendut
1 O (nafsu makan besar, makannya cepet lagi)
2 B (makannya lama, nambah terus, dan lagi suka makanan enak)
3 A (hanya makan apa yg ada di piring, terpengaruh program diet)
4 AB (Makan tergantung mood, mudah kena anoressia)
Paling gampang digigit nyamuk :
O (darahnya manis)

Yg paling gampang flu/demam/batuk/pilek
1 A (lemah terhadap virus dan pernyakit menular)
2 AB (lemah thd hygiene)
3 O (makan apa saja enak atau nggak enak)
4 B (makan, tidur nggak teratur)

Yg paling panjang umur :
1 O (gak gampang stress, antibodynya paling joss!)
2 A (hidup teratur)
3 B (mudah cari kompensasi stress)
4 AB (amburadul)

Paling gampang digigit nyamuk :
O (darahnya manis)

Yg paling cepat botak :
1 O
2 B
3 A
4 AB

Apa yg dibuat pada acara makan2 di sebuah pesta :
O (banyak ngambil protein hewani, pokoknya daging2an)
A (ngambil yg berimbang. 4 sehat 5 sempurna)
B (suka ambil makanan yg banyak kandungan airnya spt soup, soto, bakso dsb)
AB (hobby mencicipi semua masakan, “aji mumpung”)

Yg paling cepet tertidur
1 B (paling mudah ngantuk, bahkan sambil berdiripun bisa tertidur)
2 O (Kalau lagi capek dan gak ada kerjaan mudah ken ngantuk)
3 AB (tergantung kehendak)
4 A (tergantung aturan dan orario)

Yg tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunin :
1 B (tetap mendengkur meski ada Tsunami)
2 AB (jika lagi mood, sleeping is everything)
3 A (tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum)
4 O (baru tidur kalau benar2 capek dan membutuhkan)

Penyakit yg mudah menyerang :
A (stress, majenun/linglung)
B (lemah terhadap virus influenza, paru-paru)
O (gangguan pencernaan dan mudah kena sakit perut)
AB (kanker dan serangan jantung, mudah kaget)

Apa yg perlu dianjurkan agar tetap sehat :
A (Krn terlalu perfeksionis maka nyantailah sekali-kali, gak usah terlalu tegang dan serius)
B (Krn terlalu susah berkonsentrasi, sekali-kali perlu serius sedikit, meditasi, main catur)
O (Krn daya konsentrasi tinggi, maka perlu juga mengobrol santai, jalan-jalan)
AB (Krn gampang capek, maka perlu cari kegiatan yg menyenangkan dan bikin lega)

Yg paling sering kecelakaan lalu lintas (berdasarkan data kepolisian)
1 A
2 B
3 O
4 AB
















07 August 2009

Apa Mau Mu?











sejak awal aku mengenal mu
aku merasa ada yang aneh dengan mu
aku tak mengerti apa maumu
sekarang, coba jelaskan kepadaku...

aku dengar kau ingin kami percaya padamu
namun kau tak memberi bukti apa yang menjadi janjimu

aku dengar kau ingin kami berlindung padamu
namun disisi lain kami juga dituntut untuk takut padamu

aku dengar kau ingin kami memujimu dan memujamu
namun aku tak melihat apa yang bisa kami teladani dari sikap mu secara nyata

aku dengar kau berkuasa atas apa yang tercipta
namun aku tak melihat kuasamu atas apa yang kau akui sebagai ciptaanmu

aku dengar kau maha mendengar
namun aku tak melihat kau menjawab apa yang diminta orang padamu

aku dengar kau maha pemaaf
namun mengapa kau tak pernah memberi maaf dan kesempatan pada setan, yang juga adalah ciptaanmu?

aku dengar kau maha adil
namun mengapa masih ada saja orang yang sangat beriman padamu hingga menundukkan kepalanya ke tanah
dengan begitu kuat hingga ia tak mampu lagi mengangkat kepalanya dan mati karena melayanimu
sedangkan beberapa orang lain yang bahkan tidak mengenal dan tidak terpengaruh kehadiranmu bisa hidup dengan layak

aku dengar kau tidak akan memberi cobaan melebihi apa yang kami mampu
namun kenapa sebagian orang bahkan tidak diberi kesempatan kedua hingga menemui ajalnya
dan orang lainnya akan berkata 'DIA mempunyai rencana yang lain'
seakan ia dapat membaca pikiran-Mu yang diam-diam dikutip dari omongan orang lain yg mengaku utusanmu

aku dengar kau membimbing umatmu agar menjadi orang yang pendamai
namun mengapa aku merasa beberapa orang yang menganggap dirinya cukup beriman bahkan baru setengah membaca tulisan ini telah mengutukku, berharap kau mengutukku, menyebutku kafir? [atau bahkan berusaha membakarku hidup-hidup]
sementara beberapa diantaranya berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas menurut apa yang ia dengar
atau ia karang sendiri, yang dipercaya dan diyakininya sendiri sebagai jawaban dari dirimu
demi mempertahankan argumentasi mengenai eksistensi dirimu

15 May 2009

Ketika sahabatku bertanya...



ketika sahabatku bertanya... 'mengapa kau berteman denganku?'
aq kan menjawab 'aq tak tau, aq cuma tahu bahwa aq menyayangimu'

ketika sahabatku bertanya...'bagaimana jika ternyata aq jelek?'
aq kan menjawab 'aq akan membuatmu merasa menjadi orang yang paling cantik di dunia'

ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika ternyata aq bodoh?'
aq kan menjawab 'aq akan memberi tahumu apapun yang ku tahu'


ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika ternyata aku jahat?'
aq kan menjawab 'aq akan menunjukkan padamu jalan pada kebenaran'

ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika aq tidak percaya padamu?'
aq kan menjawab 'aq akan sabar menunggu mu, berusaha agar km percaya dan membuka hatimu padaku'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yg km lakukan jika aq berada dalam bahaya?
aq kan menjawab 'aq akan melakukan apapun untuk menyelamatkanmu'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yg km lakukan saat aq ketakutan?'
aq kan menggenggam tangannya dan menjawab 'aq akan selalu melindungimu'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yg km lakukan saat aq dalam kesulitan?'
aq kan menjawab 'aq akan menanggung kesulitan itu'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yang membedakan mu dengan orang lain?'
aq kan menjawab 'aq dapat melakukan apapun yang tak dapat dilakukan orang lain demi kebahagiaanmu'

ketika sahabatku bertanya... 'apa yang membuat mu bahagia?'
aq kan menjawab 'bersama denganmu'

ketika sahabatku bertanya... 'apakah kau jujur padaku?'
aq kan menjawab 'semua jawaban diatas adalah benar jika km memperhatikan sikapku'


ketika sahabatku bertanya... 'bagaimana jika aq meninggalkanmu?'
aq kan menjawab 'aq akan menunggumu'

By = Me

26 April 2009

Aku Tahu


aku pernah merasakan bahagia
karena itu aku tau bagaimana rasanya sedih

aku pernah berharap
maka aku merasa kecewa saat hal itu tak seperti yg ku harapkan

aku pernah mencintai
saat itu pula muncul kekhawatiran, cemburu, dan sakit hati

aku pernah memiliki
karena itu aku juga pernah merasa kehilangan

mungkin sejak dulu aku masih terlalu bodoh
dan keras kepala untuk mengakui penderitaan ini
aku terlalu takut sehingga menutup mata
atas apa yang terjadi dan mengabaikannya
bahkan menganggapnya sebagai hal yang biasa
semua orang mengganggap itu biasa
tak hanya itu
lebih parahnya aku mencoba untuk terus bertahan dan melawan
seakan dengan bertahan maka itu akan membuatku lebih kuat
padahal betapa bodohnya pemikiran itu

layaknya seorang anak yang dipukuli oleh teman-temannya
tak berpikiran untuk menyelamatkan diri
malah berpikir dengan membiarkan rasa sakit itu
terus menerpa tubuhnya maka ia akan makin kuat
yang tanpa dia sadari bahwa yang namanya penderitaan adalah tiada akhir
jadi sekuat apapun tubuh dan hati ini melawan dan mencoba bertahan
penderitaan akan terus datang
seperti mencoba berdiri di bawah air terjun
terus bertahan melawan kerasnya hempasan air
dan seakan berharap suatu hari nanti
air terjun itu akan berhenti mengalirkan airnya

dengan cara itu lah selama ini aku membohongi diri sendiri
kata mereka, setelah penderitaan akan ada kebahagiaan yg menanti

tapi kenapa tak mereka sadari justru sakitnya penderitaan
dapat kita rasakan setelah mengetahui nikmatnya kebahagiaan

tak ada kebahagiaan tanpa penderitaan
tak ada penderitaan tanpa kebahagiaan
keduanya berada dalam lingkaran tak terpisahkan

tapi sekarang aku sudah terlalu lelah
terlalu lelah untuk berpura-pura dan berharap
seakan nantinya akan berakhir bahagia
padahal semua itu tidak akan pernah akan ada habisnya
ini seperti berlari di lingkaran
aku akan terus menemui kebahagiaan dan penderitaan yang sama
aku tak akan bisa lepas dari keduanya bila terus berlari

aku bukan putus asa karena hal ini, aku bukan kecewa karena ini
aku pun tidak gila karena menulis hal ini
aku hanya ingin jujur, tidak pada mu, padanya, atau pada siapapun
aku tak peduli bagaimana pendapat orang

aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri
aku tak ingin merusak diriku dengan membohonginya
karena kebohongan inilah yang selama ini merusak
dan menghancurkan hidup ku, menghancurkan nuraniku diam-diam
tanpa disadari oleh ku
atau bahkan aku sendiri yang tidak perduli dan membiarkan nuraniku dirusak

aku tak ingin jadi pengecut dengan mengatakan bahwa aku bahagia
aku mengakui dengan sejujur-jujurnya
bahwa aku tidak akan pernah bahagia selamanya
dengan cara seperti ini, dengan cara berpura-pura bahagia
berpura-pura bodoh, dengan keras kepala, dengan kebodohan
dan ketidakpedulian dengan hal itu

saat ini aku waras, aku sadar
aku tahu...lebih dari orang yang PERNAH bahagia
karena dengan ini aku akan bahagia selamanya


By: Me

11 March 2009

108 Kata Perenungan














Oleh : Master Shih Cheng Yen
Penerbit : Lembaga Penerbitan Kebudayaan Tzu Chi

  1. sebuah tindakan jauh lebih bermakna dibandingkan dengan ribuan ucapan
  2. walaupun memiliki impian dan harapan pada masa berabad-abad kedepan, namun jangan sampai mengabaikan hal yang ada pada saat sekarang
  3. kepintaran adalah kemampuan untuk membedakan mana yang menguntungkan dan merugikan. Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk membedakan yang benar dan salah
  4. jangan pusingkan apakah orang akan memperbaiki perilaku atau sikap buruknya, yang terpenting adalah kita tetap melatih diri dengan sebaik mungkin
  5. selalu mengejar kenikmatan materi adalah sumber penderitaan manusia. Menderita bila tak bisa memperolehnya dan bila bisa memperolehnya akan merasa belum puas. Semuanya merupakan penderitaan yang tak akan pernah berakhir
  6. sumber penderitaan manusia adalah nafsu keserakahan untuk memiliki. Bila tak bisa memperoleh yang diinginkannya, dia akan menderita, namun bila telah memperolehnya, dia juga akan menderita karena takut kehilangan
  7. pikiran dan perilaku kita sendiri yang menciptakan dan menentukan surga dan neraka
  8. sumber penderitaan manusia ada 3, yaitu keserakahan, kebencian dan kebodohan
  9. hanya orang yang menghargai dirinya sendiri yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati
  10. tak perlu merasa khawatir atas banyaknya masalah, yang perlu dikhawatirkan hanya masalah yang sengaja dicari-cari
  11. orang yang tidak mempunyai hak milik atas nyawanya, melainkan hanya memiliki hak untuk menggunakannya
  12. orang berbudi luhur mempunyai tujuan hidup, sedang orang yang berpikiran sempit menganggap hidup sebagai tujuan

Malaikat Kecil


Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran:
"Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan."

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu, tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India = curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada "cooling effect".

Aku mengambil mangkok dan berkata:
"Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah."

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata:
"Boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..." agak ragu2 sejenak... "....akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaanku? "

Aku menjawab: "Oh, pasti sayang".

Sindu: "Betul ayah?"

"Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku.

Aku sedikit khawatir dan berkata:
"Sindu, jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang."

Sindu: "Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok."

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya..

Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya.

Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada hari Minggu!

Istriku spontan berkata: "Permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!"

Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk: "Sindu, kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak."

Tapi Sindu tetap dengan pilihannya: - "Tidak ada 'yah, tak ada keinginan lain."

Aku coba memohon kepada Sindu:
"Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami!"

Sindu, dengan menangis, berkata:
"Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku. Kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya raja rela memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri."

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku: "Janji kita harus ditepati.."

Secara serentak istri dan ibuku berkata: "Apakah aku sudah gila?"

Aku: "Tidak, kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu permintaanmu akan kami penuhi."

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak: "Sindu, tolong tunggu saya."

Yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak, aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya, seorang wanita keluar dari mobil dan berkata: "Anak anda, Sindu, benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia."

Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai meleleh dipipinya:
"Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena chemotherapy kepalanya menjadi botak, jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya, saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati, mempunyai anak perempuan yang berhati mulia."

Aku berdiri terpaku dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih!

10 March 2009

Jari Telunjuk Bukanlah Sang Rembulan



Jalur Tua Awan Putih: Menelusuri Jejak Langkah Buddha
Y.A. Thich Nhat Hanh:
Diterjemahkan oleh: Jimmy Lominto


Suatu siang Sariputta dan Moggallana membawa seorang sahabat, petapa Dighanakha, datang menemui Buddha. Dighanakha sama termasyurnya seperti Sanjaya. Dia juga merupakan paman Sariputta. Ketika dia mengetahui keponakannya telah menjadi murid Buddha, ia menjadi ingin tahu ajaran Buddha. Sewaktu dia meminta Sariputta dan Moggallana untuk menjelaskan ajaran kepadanya, mereka menyarankannya untuk langsung bertemu dengan Buddha saja.

Dighanakha bertanya kepada Buddha, "Gotama, apakah ajaranmu? Apa saja doktrinmu? Kalau aku sendiri, aku tidak menyukai semua doktrin dan teori. Aku tidak mempercayai semuanya itu.

Buddha tersenyum dan bertanya, "Apakah engkau mempercayai doktrin untuk tidak mengikuti doktrin apa pun itu yang merupakan doktrinmu sendiri itu? Apakah engkau meyakini doktrin tidak mempercayai yang adalah doktrinmu sendiri?"

Agak terperana, Dighanakha menjawab, "Gotama, apakah aku meyakini atau tidak meyakini itu tidaklah penting?"

Dengan lembut Buddha berkata, "Sewaktu seseorang terjerat kepercayaan terhadap suatu doktrin, ia telah kehilangan kebebasannya. Manakala seseorang menjadi dogmatik, ia meyakini dokrin miliknya merupakan satu-satunya kebenaran sedangkan semua doktrin lainnya adalah kesesatan. Berbagai sengketa dan konflik, semuanya itu timbul dari pandangan-pandangan yang sempit. Berbagai sengketa dan konflik akan berkembang tanpa akhir, menyia-nyiakan waktu yang berharga dan kadang bahkan mengakibatkan peperangan. Kemelekatan pada berbagai pandangan merupakan hambatan terbesar di jalur spiritual. Terikat pada pandangan-pandangan sempit, seseorang menjadi sedemikian kusutnya sehingga tak mungkin lagi mengijinkan terbukanya pintu kebenaran.

"Mari kuceritakan engkau sebuah kisah mengenai seorang duda muda yang hidup bersama putranya yang berusia lima tahun. Dia menyayangi putranya melebihi jiwanya sendiri. Suatu hari dia meninggalkan putranya di rumah sementara ia keluar berniaga. Tatkala dia pergi, datanglah segerombolan perampok yang merampok dan membumihanguskan seluruh desa. Mereka menyandera putranya. Tatkala pria itu kembali ke rumah, ia menemukan sesosok jenasah anak kecil yang hangus terbakar terbujur di samping rumahnya. Dia mengira jenasah itu adalah putranya sendiri. Dia menjerit tangis dalam duka lalu mengkremasikan sisa jenasah itu. Karena teramat sangat mengasihi putranya, maka ia pun menyimpan abu jenasah itu ke dalam sebuah kantong yang selalu dibawanya serta kemana pun ia pergi. Beberapa bulan kemudian, putranya berhasil melarikan diri dari tawanan para perampok dan kembali ke rumah. Dia tiba di tengah malam lalu mengetuk-ngetuk pintu rumah. Pada momen itu, sang ayah sedang memeluk erat-erat kantung abu sambil menangis tersedu-sedu. Dia menolak membukakan pintu rumah meskipun anak itu telah meneriakkan bahwa dirinya adalah putranya. Dia meyakini putranya telah mati dan anak yang sedang menggedor-gedor pintu itu adalah anak di lingkungan sekitar yang sedang mengejek kesedihannya. Akhirnya putranya tak ada pilihan lain kecuali pergi sendirian. Dengan demikian ayah dan anak itu saling kehilangan satu dengan lainnya untuk seterusnya.

"Engkau lihat sahabatku, jika kita melekat pada suatu kepercayaan dan menganggapnya sebagai kebenaran yang mutlak, suatu hari akan kita temukan diri kita berada dalam situasi yang serupa dengan duda muda tersebut. Berpikir bahwa kita telah memiliki kebenaran, kita tak mampu lagi membuka pikiran kita untuk menerima kebenaran, bahkan di kala kebenaran sedang menggedor-gedor pintu kita."

Dighanakha bertanya, "Tapi, bagaimana dengan ajaranmu sendiri? Jika seseorang mengikuti ajaranmu akankah ia terjerat ke dalam pandangan-pandangan sempit?"

"Ajaranku bukanlah suatu doktrin atau filosofi. Ajaranku bukanlah hasil pemikiran diskursif ataupun rekayasa mental seperti berbagai filosofi yang telah merasa puas bahwa esensi fundamental alam semesta adalah api, air, tanah, ataupun roh, atau bahwa alam semesta tidaklah terbatas atau tanpa batas, bersifat sementara ataupun kekal. Rekayasa mental dan pemikiran diskursif mengenai kebenaran bagaikan semut-semut yang berjalan mengelilingi bibir mangkuk--mereka tak akan pernah sampai ke mana-mana. Ajaranku bukanlah suatu filosofi. Ajaranku merupakan hasil pengalaman langsung. Hal-hal yang kukemukakan berasal dari pengalamanku sendiri. Engkau dapat mengkonfirmasikan semuanya melalui pengalaman langsungmu sendiri. Aku mengajarkan bahwa segala sesuatu tidaklah kekal dan tanpa diri yang terpisah. Ini telah kupelajari dari pengalaman langsungku sendiri. Engkau juga bisa. Aku mengajarkan bahwa segala sesuatu tergantung pada segala sesuatu lainnya untuk muncul, berkembang, lalu menghilang. Tak ada sesuatu pun yang diciptakan dari satu sumber yang tunggal dan orisinil. Secara pribadi aku telah mengalami kebenaran ini dan engkau pun juga bisa. Tujuanku bukanlah untuk menjelaskan alam semesta melainkan membantu memandu orang-orang lain untuk mendapatkan pengalaman langsung akan realita. Kata-kata tak mampu melukiskan realita. Hanya pengalaman langsung yang memungkinkan kita untuk melihat wajah sejati realita."

Dighanakha berseru, "Menakjubkan, sungguh menakjubkan, Gotama! Tapi, bagaimana jika seseorang menangkap ajaranmu sebagai suatu dogma?"

Buddha terdiam sejenak lalu mengangguk-anggukkan kepala. "Dighanakha, ini sungguh suatu pertanyaan yang sangat baik. Ajaranku bukanlah suatu dogma ataupun doktrin, namun, tak diragukan lagi akan ada orang yang menangkapnya demikian. Aku harus menegaskan secara jelas bahwa ajaranku adalah suatu metode untuk mengalami realita bukan realita itu sendiri, seperti jari telunjuk yang sedang menunjuk ke rembulan, bukanlah rembulan itu sendiri. Seseorang yang cerdas menggunakan jari telunjuk untuk melihat rembulan. Seseorang yang hanya melihat jari telunjuk dan mengiranya sebagai rembulan tak akan pernah melihat rembulan yang sebenarnya. Ajaranku adalah cara-cara untuk berlatih, bukan sesuatu untuk dipegangi erat-erat atau disembah-sembah. Ajaranku bagaikan sebuah rakit untuk menyeberangi sungai. Hanya orang bodoh yang akan memanggul rakit setelah ia berhasil tiba di tepi seberang, pantai pembebasan."